Cari Blog Ini

Memuat...

Senin, 20 Juni 2011

Prinsip-prinsip Evaluasi Pendidikan PRINSIP-PRINSIP EVALUASI

Ada satu prinsip umum dan penting dalam kegiatan evaluasi menurut Suharsimi, yaitu adanya triangulasi –hubungan erat tiga komponen-, yaitu antara tujuan pembelajaran, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), dan evaluasi.
Begitu juga menurut Ngalim Purwanto, ia berpendapat bahwa hubungan antara proses belajar mengajar, tujuan, dan prosedur evaluasi saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan satu dari yang lainnya.


Kemudian evaluasi juga harus mengacu kepada tujuan yang telah dirumuskan serta bertujuan untuk mengukur sejauh mana tujuan sudah tercapai. Begitu juga dengan hubungan antara KBM dan evaluasi, yaitu dalam melakukan evaluasi harus mengacu atau disesuaikan dengan KBM..
Secara ringkas dapat disimpulkan bahwa KBM dan evaluasi sama-sama harus merujuk pada tujuan, tujuan juga menyesuaikan KBM serta dijadikan tolak ukur dalam melakukan evaluasi.
Mengenai prinsip-prinsip evaluasi Daryanto dan Suke Silvesius mempunyai pendapat yang sama, mereka menyatakan ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan. Menurut mereka, agar evaluasi dapat berjalan seperti yang diharapkan, maka prosedur evaluasi diikuti dan teknik evaluasi diterapkan dan dipadukan dengan prinsip-prinsip penunjangnya. Prinsip-prinsip tersebut antara lain:
1. Keterpaduan
Yaitu keterpaduan antara tujuan instruksional, KBM (metode dan materi pengajaran) serta evaluasi (segi tiga Tyler). Ketiga unsur itu merupakan komponen integral yang tidak boleh dipisahkan.
2. Keterlibatan siswa
Prinsip ini berkaitan dengan metode belajar CBSA (cara belajar siswa aktif) yang menuntut siswa aktif dalam belajar. Evaluasi dibutuhkan untuk mengukur sampai mana keberhasilan siswa secara aktif. Koherensi
Maksudnya evaluasi harus berkaitan dengan materi pengajaran dan sesuai dengan ranah kemampuan yang akan dinilai.
3. Pedagogis
Evaluasi diharapkan dapat dijadikan upaya perbaikan sikap atau tingkah laku dari sudut pandang pendidikan (pedagogis) selain sebagai alat penilai hasil. Evaluasi hendaknya dapat dijadikan reward (ganjaran) bagi yang berhasil dan menjadi punishment (hukuman) bagi yang kurang berhasil.
4. Akuntabilitas
Hasil evaluasi hendaknya menjadi laporan pertanggungjawaban yang akan disampaikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengetahui sejauh mana kemajuan dan keberhasilan pendidikan yang telah dicapai.


Tidak ada komentar: